Friday, April 17, 2015

Diary Cak Sandi

Malam minggu. Sabtu 11 April 2015...


Banyak pemuda-pemuda berduyun-duyun berjalan mengarah ke Jl. Hayam Wuruk, Surabaya. Dengan berkaos Hitam legam ada yang bersepatu dan banyak yg bertelanjang kaki serta tak jarang dari mereka bersandal, penasaran kutanya sambil kutawarkan air mineral seadanya kepada salah seorang dari pemuda-pemuda tersebut,




"Apene nang ndi broo? ("Mau kemana broo?")

Dengan penuh riang mereka menjawab, "Nontok Superman Is Death cak, nang lapangan Kodam.. (Nonton Superman Is Death Cak di Lapangan Kodam),".

Lantas kutawarkan buku Yasin-Tahlil yg terselip ditas kecilku, dengan harapan mereka (para pemuda-pemuda) mau membacakan Yasin dan Tahlil untuk Superman yang sedang berpulang menghadap-Nya.

Sayang mereka tolak dengan halus dengan alasan mereka belum punya wudlu. Tuhan terimalah segala amal baik beliau dan ampuni segala dosanya...