Sunday, April 19, 2015

Kekuatan Hafalan Imam Bukhari RA

Ketika orang-orang Baghdad mendengar kabar bahwa nun jauh disana terdapat remaja berambut hitam yang hafal ribuan hadis. Ia menyiapkan agenda ujian ketika remaja itu datang ke Baghdad, guna menguji apakah yang dikabarkan masyarakat luas itu benar adanya apa hanya omong kosong.

Ketika remaja itu ke negeri Baghdad, mereka menyiapkan 100 (seratus) hadis beserta sanadnya untuk diujikan kepada remaja tersebut. Seratus hadis tersebut dibagikan kepada sepuluh orang. Masing-masing menanyai sepuluh hadis. 100 hadis tersebut sudah diubah sedemikan rupa, sanad (mata rantai) mantan (redaksi) hadis yang satu diberikan ke matan hadis yang lain. Semua sanad dan matan-nya sudah diacak diacak.

Ketika tiba waktunya, satu orang menanyai, "apa yang kamu katakan pada hadis yang diriwayatkan oleh Fulan dari Fulan dari Fulan dari Fulan yang berbunyi bla bla bla," tanya penguji pertama dengan mata rantai (sanad) hadis yang sudah diacak. Salah.

"Saya tidak tahu," jawab remaja itu.

Pertanyaan orang pertama dilanjutkan sampai sepuluh soal. Kemudian dilanjtukan oleh penguji kedua dan seterusnya sampai penguji kesepuluh.

"Saya tidak tahu," jawab remaja tersebut masih sama hingga soal keseratus dari penanya kesepuluh.

Mereka memutuskan bahwa ujian remaja yang konon cerdas dan hafal ribuan hadis itu gagal. Ia gagal dalam ujian.

Tiba-tiba remaja tersebut memanggil penguji pertama dan berkata, "Apa yang anda katakan pada hadis yang berbunyi bla bla bla dari Fulan dari Fulan dari Fulan dari Fulan itu salah, yang bernar sanadnya (mata rantai) dari Fulan dari Fulan dari Fulan dari Fulan dan matan-nya yang ini bla bla bla," ia menerangkan dan merinci semua sanad dan matan. Ia mengembalikan hadis yang sudah dikacaukan itu menjadi hadis yang benar sesusai matan dan sanad masing-masing hadis. Hal yang juga sama dikatakan kepada sepuluh penguji tersebut.

Mereka langsung ta'jub.

Ibnu Hajar al-Asqalani mengomentari kisah ini, " hebat Ia bisa mengembalikan semua matan dan sanad yang kacau itu menjadi sebuah hadis beserta sanad yang benar, karena ia sudah hafal dengan kuat. Tapi yang paling dahsyat dan ajaib adalah ia mampu menghafal juga sanad dan matan yang salah yang ditanyakan oleh masing-masing penguji sebelum kemudian dibenarkan olehnya,"

Lahu Al-Faatihah

Sumber : Dr. Ahmad Umar Hasyim