Thursday, July 2, 2015

Kandungan Kitab Kifayah Al-Mustafid li Ma Ala Asanid

"Kifayah Al-Mustafid li Ma Ala Asanid" ini adalah 'tsabat' alias kodifikasi sanad milik Syaikh Mahfudz bin Abdullah Atturmusi, ahli hadis kelahiran Pacitan, guru para ulama Nusantara.


Tsabat (yang berarti hujjah), kita tahu, adalah sebuah buku yang memuat matarantai intelektual penulisnya. Bagi ulama wilayah Timur, ini disebut "Tsabat", di Barat (ahlul maghrib) disebut sebagai "Fahras".




Dalam buku tipis yang dita'liq dan distashih oleh 'Allamah al-Muhaddits Syaikh Yasin bin Isa al-Fadani, ulama keturunan Minangkabau, ini tertulis semua matarantai intelektual Syaikh Mahfudz.


Masa mudanya diajak menuntut ilmu ke Mekkah oleh ayahnya, lalu disuruh pulang ke Jawa untuk mondok di bawah asuhan KH. Soleh bin Umar, nDarat, Semarang, kemudian balik lagi ke Mekkah. Di sana, beliau berguru dan mendapatkan sanad berbagai cabang keilmuan dari para ulama terkemuka. Matarantai intelektual berikut nama gurunya beliau catat secara rapi, baik dalam ilmu tafsir, hadis, fiqh, ilmu alat (nahwu--sharaf), aqaid, tashawwuf, hingga periwayatan aurad (termasuk Hizb al-A'dzam, Hizb An-Nawawi, Hizb al-Bahr). Semua tercatat rapi.


Selain dipengaruhi oleh ayahnya, karakter beliau banyak pula dipengaruhi oleh 'Allamah As-Sayyid Abi Bakr bin Muhammad Syatha Al-Makki, guru beliau di bidang hadits dan tafsir di mana beliau banyak mengambil transmisi keilmuan dalam Tafsir Jalalain, Tafsir Baidlawi, Tafsie Baghawi, dan Tafsirnya Imam Fahrurrazi.


Selain itu, beliau juga banyak menyimak banyak kitab hadits dan musthalah-nya dari As Sayyid Husain bin Muhammad Al-Habsyi Al-Makki yang masyhur dnegan nama “Ibnu Mufti”. Beliau juga banyak membaca kitab hadits dan ilmunya di hadapan Al-Allamah Syaikh As-Syafi’iyah Syaikh Muhammad Sa’id Ba Bashil.


Melalui tsabat ini kita tidak perlu heran apabila kitab-kitab yang dipelajari oleh beliau dari gurunya ini kemudian juga banyak diajarkan di pesantren, karena para murid beliau di kemudian hari menjadi ulama terkemuka di Tanah Air: KH. Muhammad Dimyathi Termas, KH. Kholil Lasem, KH. M. Hasyim Asy’ari, KH. Baidlawi dan KH. A. Muhaimin, dua bersudara asal Lasem, KH. Muhammad Faqih bin Abdil Jabbar Al Maskumbani, Gresik; KH. Nawawi Pasuruan, KH. Abbas Buntet Cirebon, KH. Abdul Muchith bin Ya’kub As Sidarjawi As Surabawi (Sidoarjo-Surabaya). Nama-nama ini tertera dalam tsabat sebagai para santri Syakh Mahfudz.


Selain itu, di dalam tsabat ini pula kita bisa melihat nama-nama para ulama nasional dan internasional yang mengambil periwayatan dari beliau.


Silahkan didownload kitab Kifayah Al-Mustafid li Ma Ala Asanid
link: https://ia700406.us.archive.org/31/items/KIFAYAT/KIFAYAT.pdf


Sumber : Penerbit Imtiyaz