Karamah adalah suatu hadiah yang diberikan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Orang yang mendapat karamah adalah orang-orang yang soleh yang telah menjalankan agamanya dengan baik di dalam kehidupan kesehariannya, meski bukan menjadi ukuran bahwa orang yang mendapatkan karamah pasti lebih soleh dari pada yang tidak mendapatkannya.
Salah satu ulama Nusantara yang sangat disegani di seluruh dunia, Kyai Cholil Bangkalan pernah mempertontonkan hal luar biasa di hadapan ulama-ulama Mekah. Pada suatu forum, para ulama berdiskusi mencari jawaban tetang hukum kepiting dan rajungan. Diskusi yang diselenggarakan di Mekah itu juga diikuti oleh Kyai Cholil.
Diskusi berlangsung begitu panas bahkan sesekali terjadi perdebatan dan adu mulut. Melihat itu semua Kyai Khalil hanya diam sambil sesekali tersenyum. Sudah berjalan cukup lama, tetapi kesimpulan hukumnya tak kunjung disepakati. Akhirnya, Kyai Cholil meminta izin untuk berpidato menyampaikan pendapatnya, dan mereka mempersilahkannya.
Kyai Cholil berkata, “anda semua memperdebatkan hukum tentang kepiting dan rajungan, padahal kalian belum pernah melihatnya bukan?”, mereka menjawab serentak, “betuul”, Kyai Cholil melanjutkan, “ini yang namanya kepiting”, -dan anehnya seekor kepiting segar telah berada di tangan kanannya-, “dan ini yang namanya rajungan”, -dan ditangan kirinya telah ada rajungan segar. Para hadirin merasa takjub sekaligus penasaran, dari mana Kyai Cholil mendapatkan kepiting dan rajungan itu. Dan setelah dijelaskan oleh kyai Khalil, semua menjadi paham dan puas atas jawabannya.
Sumber : embunhati.com