Imam Abu Hanifah pembesar madrasah ahlu ra'yi beberapa kali didesak oleh Abu Ja'far al-Manshur untuk menjadi kadi (hakim) di Kufah, dan beberapa kali juga menolak. Kali ini khalifah menekan dengan sesumpah,
"Demi Allah, engkau harus menjadi kadi!"
"Demi Allah, saya tidak layak menjadi kadi," sanggah sang imam dengan sumpah yang sama.
"Demi Allah, hanya engkau yang layak menjadi kadi,"
"Demi Allah, saya tidak layak,"
"Kau berdusta!"
"Lihat, paduka sudah menyifati saya seorang pendusta. Apakah layak seorang pendusta menjadi kadi?"
Hening....
==================================
Kali ini muridnya buat geger kota Madinah. Di saat Imam Malik mengasuh majelis, di sesi tanya jawab ada pemuda yang bertanya, "Guru, bagaimana hukumnya orang yang junub sedang air hanya ada di dalam masjid. Orang yang junub kan tidak boleh masuk masjid?"
Memikir sebentar, Imam Malik menjawab, " Saya tidak tahu," Madrasah Ahlul Hadits yang berpusat di Madinah penggunan nash (al-Qur'an dan al-Hadits) sangat dominan, namun bukan berarti tidak menggunakan qiyas sama sekali. Dalam hal ini Sang Guru tidak menemukan jawaban dari nash tersebut dan--barangkali saat itu-- tidak menggunakan analogi.
"Kalau menurutmu kamu bagaimana, boleh jadi kamu tahu jawabannya," sambung tanya sang guru pada penanya.
"Gini guru, kalau menurut saya, karena tidak ada air, orang tersebut bertayamum untuk memasuki masjid, sampai dalam masjid ketika ketemu air kan batal tayamumnya, baru di wudlu pakai air dan bawa air itu keluar masjid untuk mandi,"
"Sedaaaappp... " kira-kira begitu komentar para murid yang melingkar di masjid saat itu.
"Nama kamu siapa, mas?"
"Saya Abdullah, Yai"
Saat majelis bubar, Imam Malik bertanya kepada salah seorang murid, "Mas, tadi itu siapa?"
"Loh, masak kiai tidak tahu?"
"Enggak e, lah emang siapa?"
"Dia Muhammad bin Hasan As-Syaibani, Yai"
"Mayak bocah iku, sudah membohongi saya,"
"Loh benarkan yai, dia hamba Allah (Abdullah),"
"Walah, tambah mayak bocah iku, gak bilang kalau dari Baghdad,"
Muhammad bin Hasan sangat cerdas, guru Imam Syaf'i tersebut menjadi pengganti mengasuh Madrasah Ahlu Ra'yi Baghdad dibantu temannya, Abu Yusuf.
Sumber : Sewu Pengalem