Sunday, April 19, 2015

JIN DAN SANTRI KECIL

Mengamalkan ilmu yang diberikan oleh guru adalah salah satu cara dalam menghormati guru dan memperoleh barokah ilmu. Karena dengan mengamalkan setiap perkataan guru, berarti kita sudah menghormati ilmu dan orang yang memberi ilmu pada kita. Selayaknya orang tua, seorang ulama itu wajib digugu dan ditiru setiap tindakannya, tanpa mereka seseorang tidak dapat lahir menjadi orang yang baru, orang yang meninggalkan kebodohan.

Tak perlu banyak dalil untuk membuktikan barokahnya menghormati guru, simak saja Imam Syafi'i yang tidak qunut ketika sholat di makam gurunya, Imam Hanafi, semata-mata untuk menghormati ajaran gurunya. Dan seperti cerita lama berikut ini yang mengajari kita barokahnya menghormati guru dengan mengamalkan ilmu yang telah diberikan lewat sebuah anekdot tentang seorang santri kecil bernama Gopur. Walaupun cerita lama dan cuma anekdot, tapi ada hikmah dibaliknya yang bisa menjadi inspirasi untuk menghormati guru dan merefresh otak kita.

Alkisah, Gopur yang masih sekolah di TK, suatu malam mengaji di rumah Pak kyai. Di tempat ngaji, ia diajar membaca Alqur’an dan doa sebelum makan. Doa itu sudah dia hafal diluar kepala.

Setelah mengaji Gopur pulang sendirian, karena dia dapat urutan ngaji terakhir. Sampai tengah jalan listrik padam. Tiba- tiba didepan nya berkelebat bayangan putih (jin) dan berdiri menghalangi jalannya.

Melihat jin itu, Gopur ketakutan dan bingung, mau kembali lagi ke rumah Pak kyai jaraknya sudah cukup jauh, mau pulang, didepannya ada jin menghalanginya.

Akhirnya dengan keyakinan dan keberanian yang dipaksakan, Gopur pun berteriak keras membaca doa yang diajarkan kyainya:

"ALLOHUMMA BARIKLANA FIIMAA ROZAKTANA WAKINA ADZAA BANNAR"

Tanpa disangka- sangka jin itu langsung kabur, menghilang ... sambil bicara sendiri :

" GAWAT....SUDAH PULUHAN TAHUN NAKUT-NAKUTI ORANG, BARU SEKARANG MAU DIMAKAN SAMA ANAK TK... "