Tuesday, October 27, 2015

MALAIKAT DIBUAT BINGUNG OLEH MBAH BISRI


Kiyai Bisri Mustofa ingin, saat memasuki alam akhirat nanti dalam keadaan benar-benar siap. Karena itu beliau "merancang macam-macam skenario" untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Diantaranya adalah skenario apabila malaikat mencegatnya di pintu sorga.






MALAIKAT : Sampeyan nggak bisa masuk!


KIYAI BISRI : Kenapa?


MALAIKAT : Sorga ini disediakan untuk muttaqin... sampeyan tidak termasuk.


KIYAI BISRI : (Garuk-garuk kepala) Waduhh...


MALAIKAT : Sekarang sampeyan saya bawa ke neraka!


KIYAI BISRI : Lho! Lho! Lho! Nanti dulu... nanti dulu... saya ini kiyai je!


MALAIKAT : Nggak perduli! Kalau nggak bisa ke sorga ya berarti ke neraka! Nggak ada tempat lain!


KIYAI BISRI : Nanti dulu... nanti dulu... sareh... Ya saya akui kalau sorga ini disediakan untuk muttaqin... saya juga ngrumangsani kalau saya ini belum... Yah... gimana lagi... tapi ya jangan grusa-grusu begitu to! Dirembug dulu... dirembug dulu... sama teman sendiri itu dirembug dulu... gimana baiknya gitu lho!


MALAIKAT : Dirembug dirembug gimana?


KIYAI BISRI : Begini lho... kalau sekarang saya sampeyan cegati ya sudah... saya trimo... tapi 'kan sampeyan tahu, ada satu hak saya yang belum dikasihkan...


MALAIKAT : Hak apa lagi?


KIYAI BISRI : Hak berkumpul dengan guru saya, Kiyai Kholil Harun.


MALAIKAT : Lha kok bisa?


KIYAI BISRI : Ya bissa to! Saya ini dari kecil kehilangan bapak... terus dipelihara guru saya. Tadinya bodoh, dipinterkan... malah akhirnya dijadikan menantu...


MALAIKAT : Nggak ada urusan! Itu bukan jaminan!


KIYAI BISRI : Lho bukan gitunya... tapi saya ini 'kan terus mencintai guru saya!


MALAIKAT : Memangnya kenapa kalau sudah gitu?


KIYAI BISARI : Lha kalau cinta ya kumpul to!


MALAIKAT : Kata siapa?


KIYAI BISRI : Welllhooo... ya Kanjeng Nabi to! Yuhsyarul mar-u ma'a man ahabb... masak sampeyan nggak tahu?


MALAIKAT : (pikir-pikir) Ya sudah... sekarang dimana guru sampeyan?


KIYAI BISRI : Ya ayo... kita cari...


Maka didapatilah Kiyai Kholil Harun sedang duduk-duduk dengan banyak orang di sebuah taman yang luas dan indah sekali dan diantara orang-orang itu ada sosok yang berpendar-pendar cahayanya menyilaukan mata...


KIYAI BISRI : Lha itu apa!


MALAIKAT : Mana?


KIYAI BISRI : Itu yang guwagah ngguwantheng itu!


MALAIKAT : Yang disitu semuanya gagah-gagah nggantheng-nggantheng gitu...


KIYAI BISRI : Ck... iittu lhooo yang sedang jagongan sama Kiyai Abdul Muhaimin Lasem, sama Kiyai Hasyim Asy'ari, sama Syekh Umar Hamdan...


MALAIKAT : Terus sampeyan maunya kumpul disitu gitu?


KIYAI BISRI : Lha iyya to? Hak je... hak je!


MALAIKAT : Itu kan sorga?


KIYAI BISRI : Ya gimana lagi... bejanya awak saya.... Bukannya saya minta sorga lho iniii! Enggak lhooo! Saya cuma minta kumpul guru saya lho! Cuma minta hak saya lhooo! Gimana?


MALAIKAT : (Garuk-garuk kepala) Ya sudah ya sudah... sana...



(Catatan: Skenario ini disadur dari transkrip salah satu ceramah pengajian Kiyai Bisri Mustofa)


Khusushon Mbah Bisri, Al-Faatihah