Al 'Arifubillah Almaghfurlah KH. Muhammad Utsman Al Ishaqi dilahirkan di Surabaya pada bulan Jumadil Akhir 1334 H, setelah 16 bulan berada dalam rahim ibundanya. Dikisahkan sejak kecil, Kyai Utsman sudah memiliki banyak keistimewaan diantaranya beliau selalu tidak ada di rumah setelah maghrib dan baru pulang setelah jam 11 malam dengan badan yang penuh lumpur. Ternyata setelah diselidiki, beliau berada di sungai didekap oleh seekor buaya putih.
Showing posts with label TQN. Show all posts
Showing posts with label TQN. Show all posts
Tuesday, June 30, 2015
KH. Muhammad Utsman Al Ishaqi
Labels:
TQN,
Ulama Nusantara,
Ulama Thariqah
Wednesday, June 3, 2015
KH. M. Munawwir Musthofa Al-Mursyid Tegalarum Nganjuk
KH. M. Munawwir Musthofa Al- Mursyid Tegalarum Nganjuk di lahirkan sekitar tahun 1911 M. Beliau dilahirkan dikalangan keluarga yang sangat religius. Beliau putra KH. Imam Musthofa Al-Mursyid dengan Nyai Mu’inah Binti KH Minhaj Al-Mursyid (w 1914 M) yang mana KH Imam Musthofa adalah seorang ulama’ dan juga pendiri pondok Al–Musthofa Tegalarum, Pelem, Kertosono yang juga termasuk Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah Kholidiyah. Jika di runtut, beliau (KH Munawwir) masih keturunan Kyai Ageng M. Besari Tegalsari Ponorogo, kalau diruntut terus sampai Rosulullah S A W.
Labels:
Naqsyabandiyah,
TQN,
Ulama Nusantara,
Ulama Thariqah
Saturday, April 18, 2015
Syaikh Abdul Karim Banten
Mursyid tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah terakhir yang mampu menyatukan kepemimpinan keseluruhan cabang tarekat itu. Dia murid dan salah satu khalifah Syaikh Ahmad Khatib Sambas, penyusun Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.Lewat Abdul Karim yang berpusat di Banten, tarekat ini tersebar ke berbagai daerah di Nusantara. Tidak hanya dalam soal olah batin, lingkaran tarekat Abdul Karim juga terkenal karena sebagian murid terdekatnya dihubungkan dengan pemberontakan petani melawan Belanda tahun 1888.
Labels:
TQN,
Ulama Dunia,
Ulama Nusantara,
Ulama Thariqah
KH. Romly Tamim
KH Muhammad Romly Tamim lahir pada tahun 1888 H. di Bangkalan Madura. Sejak masih kecil, beliau diboyong oleh orang tuanya KH. Tamim Irsyad ke Jombang. Di masa kecilnya, selain belajar ilmu dasar-dasar agama dan Al-Qur'an kepada ayahnya sendiri juga belajar kepada kakak iparnya yaitu KH Kholil (pembawa Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah di Rejoso).
Labels:
TQN,
Ulama Nusantara,
Ulama Thariqah
KH Muslih Abdurrahman Mranggen
Bagi kaum thariqah di Indonesia, khususnya pengikut Thariqah Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN), nama KH Muslih Abdurrahman Mranggen tentu sudah sangat masyhur. Keberadaannya sebagai salah seorang mursyid TQN, yang sekaligus aktif dalam mengembangkan dan membesarkan Jam'iyah Ahlit Thariqah Al-Muktabarah An-Nahdliyah (Jatman) hingga akhir hayat pada tahun 1981, membuat muridnya menyebut Kiai Muslih sebagai Abul Masyayekh dan Syeikhul Mursyidin.
Labels:
TQN,
Ulama Nusantara,
Ulama Thariqah
KH. Abdurrahman Mranggen
KH. Abdurrahman dilahirkan dan dibesarkan di kampung Suburan Desa Mranggen Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak pada tahun 1872 M. Beliau adalah putra dari seorang guru ngaji yang shalih yaitu KH. Qashidil Haq bin Abdullah Muhajir. Selain mengajar, sang ayah juga giat berkebun dan menyewakan sebagian rumahnya untuk penginapan para pedagang luar kota.
Labels:
TQN,
Ulama Nusantara,
Ulama Thariqah
KH Ahmad Asrori Al-Ishaqy Kedinding Lor Surabaya
Banyak pendapat tentang tanggal kelahiran beliau, tapi penulis postingan di sini mengambil salah satu pendapat, yaitu tanggal 17 Agustus 1951. KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi merupakan putera dari Kyai Utsman Al-Ishaqi. Beliau pengasuh Pondok Pesantren Al-Fithrah Kedinding Surabaya. Kelurahan Kedinding Lor terletak di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Di atas tanah kurang lebih 3 hektar berdiri Pondok Pesantren Al-Fithrah yang diasuh Kiai Ahmad Asrori, putra Kiai Utsman Al-Ishaqy. Nama Al-Ishaqy dinisbatkan kepada Maulana Ishaq, ayah Sunan Giri, karena Kiai Utsman masih keturunan Sunan Giri. Semasa hidup, Kiai Utsman adalah mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.
Labels:
TQN,
Ulama Nusantara,
Ulama Thariqah
Syaikh Tolhah bin Tolabuddin Cirebon
Lahir di Cirebon sekitar tahun 1825. Ayahnya bernama KH Tolabuddin (makamnya berada di Begong Kalisapu), putra dari KH Radpuddin keturunan Pangeran Trusmi putera Sunan Gunung Jati. Pendidikan agamanya dimulai dari Pesantren Rancang milik ayahnya, kemudian melanjutkan ke Pesantren Ciwaringin - Cirebon, kemudian melanjutkan ke Pesantren Lirboyo di Ponorogo - Jawa Timur.
Labels:
TQN,
Ulama Nusantara,
Ulama Thariqah
Friday, April 17, 2015
SYAIKH AHMAD KHATIB AS-SAMBASY
Ahmad Khatib Sambas dilahirkan di daerah Kampung Dagang, Sambas, Kalimantan Barat, pada bulan shafar 1217 H. bertepatan dengan tahun 1803 M. dari seorang ayah bernama Abdul Ghaffar bin Abdullah bin Muhammad bin Jalaluddin. Ahmad Khatib terlahir dari sebuah keluarga perantau dari Kampung Sange’. Pada masa-masa tersebut, tradisi merantau (nomaden) memang masih menjadi bagian cara hidup masyarakat di Kalimantan Barat.
Labels:
TQN,
Ulama Nusantara,
Ulama Thariqah
Subscribe to:
Posts (Atom)