Showing posts with label Ulama Thariqah. Show all posts
Showing posts with label Ulama Thariqah. Show all posts

Friday, November 13, 2015

Thariqat Syattariyah


Tarekat Syattariyah adalah aliran tarekat yang pertama kali muncul di India pada abad ke 15. Tarekat ini dinisbahkan kepada tokoh yang mempopulerkan dan berjasa mengembangkannya, Abdullah asy-Syattar.






Awalnya tarekat ini lebih dikenal di Iran dan Transoksania (Asia Tengah) dengan nama Isyqiyah. Sedangkan di wilayah Turki Usmani, tarekat ini disebut Bistamiyah.


Thursday, July 30, 2015

Syaikh Abul Abbas Ahmad bin Ali Bin Yahya Al-Badawi

Syaikh Abul Abbas Ahmad bin Ali Bin Yahya Al-Badawi lahir di Kota Fes, Maroko pada tahun 596 H./1199 M adalah seorang imam sufi, wali kutub dan pendiri thariqah Al-Badawiyah. Beliau dijuluki Al-Badawi selalu menutup wajahnya seperti kebiasaan Arab Badui. Kakek beliau sebelumnya bermukim di Jazirah Arab. Kakek beliau datang di Fes Maroko akibat semakin brutalnya aksi Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi terhadap kalangan Alawiyin.

Friday, July 3, 2015

Syekh Abdul Wahab Rokan Riau

Syekh Abdul Wahab dilahirkan dan dibesarkan dikalangan keluarga bangsawan yang taat beragama, berpendidikan dan sangat dihormati. Ia lahir pada tanggal 19 Rabiul Akhir 1230 H bertepatan tanggal 28 September 1811, di Kampung Danau Runda, Rantau Binuang Sakti, Negeri Tinggi, Rokan Tengah, Kabupaten Kampar, Propinsi Riau dan diberi nama Abu Qosim, setelah menunaikan ibadah haji ia berganti nama menjadi Haji Abdul Wahab. Sedangkan tambahan nama Rokan menunjukkan bahwa ia berasal dari wilayah Sungai Rokan. Ia lahir dari keluarga bangsawan yang berpendidikan, taat beragama dan sangat dihormati. Ayahnya bernama Abdul Manaf bin Muhammad Yasin bin Maulana Tuanku Haji Abdullah Tambusei, seorang ulama besar yang abid dan cukup terkemuka pada saat itu. Sedangkan ibunya bernama Arbaiyah binti Datuk Dagi bin Tengku Perdana Menteri bin Sultan Ibrahim yang memiliki pertalian darah dengan Sultan Langkat.


Syekh Abdul Wahab Rokan dikenal sebagai seorang ulama ahli fikih, seorang sufi, sekaligus mursyid (pembimbing rohani) Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Riau dan Sumatera Timur pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Ia juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Babussalam di Pekanbaru, Riau.

Wednesday, July 1, 2015

THARIQAT TIJANIYAH DI INDONESIA

Tarekat Tijaniyah (bahasa Arab: الطريقة التيجانية, Ath-Thariqah At-Tijaniyah) adalah salah satu dari gerakan tarekat yang didirikan oleh Syekh Abul Abbas Ahmad At-Tijani (1737-1815) yang bernama asli Ahmad bin Muhammad bin Al-Mukhtar At-Tijani. Ia memulai tarekat ini di wadi Boussemghoun, provinsi El Bayadh, Aljazair, yang letaknya tak jauh dari kota asalnya di Ain Madhi, provinsi Laghouat, Aljazair, kemungkinan ia pindah karena adanya serangan dari pasukan Osman Bey, gubernur kota Oran di bawah pemeerintahan Turki Utsmaniyah. Sejak dimulai pada tahun 1787, pengikutnya banyak tersebar di Maroko, Aljazair, Tunisia, Mesir, Palestina, Sudan, Mauritania, Senegal, dan Nigeria.

Tuesday, June 30, 2015

KH. Muhammad Utsman Al Ishaqi

Al 'Arifubillah Almaghfurlah KH. Muhammad Utsman Al Ishaqi dilahirkan di Surabaya pada bulan Jumadil Akhir 1334 H, setelah 16 bulan berada dalam rahim ibundanya. Dikisahkan sejak kecil, Kyai Utsman sudah memiliki banyak keistimewaan diantaranya beliau selalu tidak ada di rumah setelah maghrib dan baru pulang setelah jam 11 malam dengan badan yang penuh lumpur. Ternyata setelah diselidiki, beliau berada di sungai didekap oleh seekor buaya putih.

Wednesday, June 3, 2015

KH. M. Munawwir Musthofa Al-Mursyid Tegalarum Nganjuk

KH. M. Munawwir  Musthofa Al- Mursyid Tegalarum Nganjuk di lahirkan sekitar tahun 1911 M. Beliau dilahirkan dikalangan keluarga yang sangat religius. Beliau putra KH. Imam Musthofa Al-Mursyid dengan Nyai  Mu’inah Binti KH Minhaj Al-Mursyid  (w 1914 M) yang mana KH Imam Musthofa adalah seorang ulama’ dan juga pendiri pondok Al–Musthofa Tegalarum, Pelem, Kertosono yang juga termasuk Mursyid Thoriqoh Naqsyabandiyah Kholidiyah. Jika di runtut, beliau (KH Munawwir) masih keturunan Kyai Ageng M. Besari Tegalsari Ponorogo, kalau diruntut terus sampai Rosulullah S A W.

Wednesday, May 20, 2015

Syekh Akbar Abdul Fatah “Si Linggis” Cidahu

Ia adalah salah seorang wali besar di Tanah Jawa. Sejak muda ia sudah terkenal dengan sebutan “Si Linggis”, karena analisisnya yang sangat tajam setiap kali mengkaji ilmu-ilmu agama dengan pendekatan tasawuf.


Di Desa Cidahu, Tasikmalaya, Jawa Barat, pada akhir abad ke-19, tepatnya tahun 1884, lahirlah seorang jabang bayi yang kelak menjadi ulama besar. Orangtuanya memberinya nama Abdul Fatah. Sejak muda ia sudah tertarik pada kehidupan rohaniah dengan menimba ilmu tarekat pada K.H. Sudja’i, guru mursyid Tarekat Tijaniyah, selama tujuh tahun sejak 1903.

Sunday, May 17, 2015

Syekh Abdul Muhyi Pamijahan

Sebagaimana telah diketahui, bahwa pelaku utama berkembangnya Thariqat Syathariyah di Asia Tenggara pada peringkat awal dilakukan oleh Syeikh Abdur Rauf bin Ali al-Fansuri di Aceh dan Syeikh Abdul Mubin bin Jailan al-Fathani di Pattani.

Saturday, May 2, 2015

Kisah Perjalanan Gus Dur Menemukan Makam Syeh Qutbudin, Pendiri Pondok Pesantren Pertama di Pulau Jawa

[caption id="" align="alignleft" width="320"] Makam Syekh Quthbuddin di antara reruntuhan[/caption]

Di Desa Candirejo Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah terdapat sebuah makam kuno. Konon, makam tersebut bersemayam jazad seorang tokoh pembawa alirah Tarekat Naqsbandiyah pertama kali di tanah Jawa. Syekh Abdullah Qutbudin namanya. Dia berasal dari Iran. Menyebarkan Islam dengan membawa bendera tarekat yang kemudian menyatu dengan kehidupan masyarakat Jawa. Bahkan diyakini, Candirejo sendiri merupakan desa Islam pertama di Jawa karena kedatangan Syekh Abdullah Qutbudin ini.

Friday, May 1, 2015

Trilogi Kyai-Kyai Ageng Khalidiyyah: Kyai Ageng Haji Ulin Nuha Arwani

Jika anda bertanya pesantren terdepan yang mencetak para penghafal Alqur’an dengan kualitas terbaik maka salah satu jawabannya adalah Pon-Pes Yanbu’ul Qur’an Kudus. Pesantren Alqur’an rintisan Kyai Agung Mbah Arwani Amin Said ini dikenal sebagai pesantren Alqur’an terbaik di Indonesia. Dan sekarang yang memimpin adalah beliau Si Mbah Kyai Ulin , putra pertama Mbah Arwani.

Trilogi Kyai-Kyai Ageng Khalidiyyah: Kyai Munif Zuhri Girikusumo

Buyut Syaikhul Islam si Mbah Muhammad Hadi Giri Kusumo ini relatif masih muda. Tetapi trah biru yg menitis dari Guru Besar Tareqah Kholidiyyah menjadikannya dikaruniai Allah keistimewaan semenjak usia mudanya . Setiap malam jum’at tidak kurang 5000 murid selalu datang ke ‘Padepokan’ beliau di Bukit Giri Kusumo untuk bersama-sama membaca Maulid Ad Diba’. Tua-muda, lelaki-perempuan . Yang Khos serta yang awam setiap minggunya selalu menunggu setiap patah kata demi kata yg keluar dari mulut beliau.

Trilogi Kyai-Kyai Ageng Khalidiyyah: Kyai Salman Dahlawi Popongan

Penulis memberi judul tulisan ini ‘trilogi’ , karena ada tiga tokoh kali ini yang secara berurutan yang akan dituturkan mahasin (kebaikan) mereka, manaaqib mereka . Tentu apa yang akan anda baca hanyalah setitik saja dari lautan kemulyaan mereka bertiga. Kalau dipaksa menuliskan semuanya , pasti akan membutuhkan berjilid-jilid buku tentunya.


Mereka bertiga adalah KH. Salman Dahlawi , Murabbiy Kholidiyyah Popongan Klaten. Yang kedua adalah KH. Munif Zuhri , murabbiy Kholidiyyah Girikusumo Mranggen . Dan terahir adalah KH. Ulin Nuha Arwani , murabbiy Kholidiyyah Kwnaran Kudus.

Syeikh Abdurrauf bin Ali al-Jawi al-Fansuri al-Singkili Aceh (1615 – 1693.M)

Abdurrauf, lahir di Aceh tahun , 1024 H/1615 M. Nama aslinya adalah Aminuddin Abdurrauf bin Ali al-Jawi al-Fansuri al-Singkili. Ia lahir di sebuah desa kecil di pantai barat pulau Sumatera. Ayahnya berasal dari keluarga ulama. Ayahnya Syeikh Ali Fasnsuri adalah seseorang Arab yang mengawini seorang wanita setempat dari Fansur (Barus) dan bertempat tinggal di Singkel. Ali Hasyimi (1984) mengemukakan merujuk kitab yang memuat silsilah dari riwayat hiup syeikh Adurruf Singkel bahwa ia adalah anak Syeikh Ali Fansuri. Abdurrauf lahir pada tahun 1592 sebagai anak pertama dari pada syeikh Ali Fansuri. Abdurrauf lahir sesudah tiga tahun sultan Sayyid al-Mukammil menaiki unta.

Saturday, April 18, 2015

Syaikh Abdul Karim Banten

10981359_930783866934400_4809384309937760410_nMursyid tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah terakhir yang mampu menyatukan kepemimpinan keseluruhan cabang tarekat itu. Dia murid dan salah satu khalifah Syaikh Ahmad Khatib Sambas, penyusun Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.

Lewat Abdul Karim yang berpusat di Banten, tarekat ini tersebar ke berbagai daerah di Nusantara. Tidak hanya dalam soal olah batin, lingkaran tarekat Abdul Karim juga terkenal karena sebagian murid terdekatnya dihubungkan dengan pemberontakan petani melawan Belanda tahun 1888.

KH. Manshur Popongan, Klaten

kyKH Muhammad Manshur, adalah pendiri Pondok Pesantren Popongan, Dusun Popongan, Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Kiai Manshur adalah putera Syaikh Muhammad Abdul Hadi Giri Kusumo, seorang mursyid Tarekat Naqsyabandiyah-Khalidiyah di Giri Kusumo Mranggen Demak.

KH. Romly Tamim

kh. romly tamimKH Muhammad Romly Tamim lahir pada tahun 1888 H. di Bangkalan Madura. Sejak masih kecil, beliau diboyong oleh orang tuanya KH. Tamim Irsyad ke Jombang. Di masa kecilnya, selain belajar ilmu dasar-dasar agama dan Al-Qur'an kepada ayahnya sendiri juga belajar kepada kakak iparnya yaitu KH Kholil (pembawa Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah di Rejoso).

KH Muslih Abdurrahman Mranggen

kh. muslichBagi kaum thariqah di Indonesia, khususnya pengikut Thariqah Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN), nama KH Muslih Abdurrahman Mranggen tentu sudah sangat masyhur. Keberadaannya sebagai salah seorang mursyid TQN, yang sekaligus aktif dalam mengembangkan dan membesarkan Jam'iyah Ahlit Thariqah Al-Muktabarah An-Nahdliyah (Jatman) hingga akhir hayat pada tahun 1981, membuat muridnya menyebut Kiai Muslih sebagai Abul Masyayekh dan Syeikhul Mursyidin.

KH. Abdurrahman Mranggen

Kh. abdurrahman mranggenKH. Abdurrahman dilahirkan dan dibesarkan di kampung Suburan Desa Mranggen Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak pada tahun 1872 M. Beliau adalah putra dari seorang guru ngaji yang shalih yaitu KH. Qashidil Haq bin Abdullah Muhajir. Selain mengajar, sang ayah juga giat berkebun dan menyewakan sebagian rumahnya untuk penginapan para pedagang luar kota.

KH Ahmad Asrori Al-Ishaqy Kedinding Lor Surabaya

604174_321105378091291_4798182553709149145_nBanyak pendapat tentang tanggal kelahiran beliau, tapi penulis postingan di sini mengambil salah satu pendapat, yaitu tanggal 17 Agustus 1951. KH. Ahmad Asrori Al-Ishaqi merupakan putera dari Kyai Utsman Al-Ishaqi. Beliau pengasuh Pondok Pesantren Al-Fithrah Kedinding Surabaya. Kelurahan Kedinding Lor terletak di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Di atas tanah kurang lebih 3 hektar berdiri Pondok Pesantren Al-Fithrah yang diasuh Kiai Ahmad Asrori, putra Kiai Utsman Al-Ishaqy. Nama Al-Ishaqy dinisbatkan kepada Maulana Ishaq, ayah Sunan Giri, karena Kiai Utsman masih keturunan Sunan Giri. Semasa hidup, Kiai Utsman adalah mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.

Syaikh Tolhah bin Tolabuddin Cirebon

Lahir di Cirebon sekitar tahun 1825. Ayahnya bernama KH Tolabuddin (makamnya berada di Begong Kalisapu), putra dari KH Radpuddin keturunan Pangeran Trusmi putera Sunan Gunung Jati. Pendidikan agamanya dimulai dari Pesantren Rancang milik ayahnya, kemudian melanjutkan ke Pesantren Ciwaringin - Cirebon, kemudian melanjutkan ke Pesantren Lirboyo di Ponorogo - Jawa Timur.